PEKANBARU-Sabdarepublik.com-- Dinas Pendidikan dan Polda Riau, Kemanag Riau menggelar sosialisasi pencegahan dini terhadap organisasi terlarang, seperti ISIS/Terorisme dan organisasi anti pancasila lainnya di lingkungan Dinas Pendidikan baru-baru ini.
Kegiatan Sosialisasi dihadiri oleh Plt Gubri Arsyadjuliandi Rachman yang diwakili Asisten I Kassiaruddin, Kadisdik Riau, Dwi Agus Sumarno,Kapolda Riau Brigjend Pol Bambang Doly Hermawan, Kemenag Riau, Kepala sekolah dan Pegawai Disdik.
Sumber pemberi materi, langsung dari Mabes Polri untuk memberikan pencerahan, pencegahan dan antisipasi terhadap tenaga pendidik supaya bisa meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah SWT, sehingga tidak terpengaruh dan menjadi organisasi terlarang itu.
Menurut Kadisdik Riau, Dwi Agus Sumarno, radikalisme yang berujung pada terorisme menjadi masalah penting bagi umat Islam di Indonesia saat ini. Dimana dua isu tersebut telah menyebabkan Islam di 'cap' sebagai agama teroris yang menyukai jalan suci melalui kekerasan untuk menyebarkan agama.
Meskipun anggapan itu masih mudah dimentahkan, namun faktanya para pelaku masih gampang melakukan perekrutan pada umat Islam lainya yang saat ini sudah mulai merambah kepenjuru daerah. Sasaran organisasi ini lebih banyak pada lembaga pendidikan. Karena lembaga pendidikan merupakan tempat yang mudah dipengaruhi secara psikologi.
"Untuk sasaran utamanya sudah pasti ditingkat sekolah, karena, anak-anak didik kita itu masih rentan terpengaruh hal-hal demikian," kata Dwi usai pelaksanaan sosialisasi pencegahan dini organisasi terlarangdi di aula Disdik Riau yang sebelumnya dibuka oleh Plt Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman yang diwakili Asisten I sekdaprov Riau Kasiaruddin.
Plt Gubri Arsyadjuliandi Rachman yang diwakili Asisten I Kassiaruddin dalam pidatonya mengatakan, keterlibatan berbagai pihak dalam menangani masalah radikalisme dan terorisme sangat diharapkan. Dimana bertujuan untuk mempersempit ruang gerak organisasi itu melakukan perekrutan. terutama dikalangan anak-anak muda yang masih duduk didunia pendidikan.
"Untuk itu peran sekolah dan lembaga pendidikan sangat dibutuhkan. Dan apa yang diselenggarakan disdikbud ini sudah merupakan hal yang tepat," ujar Mantan Kepala BLH Riau tersebut mengatakan jika lembaga pendidikan sangat berpeluang menjadi penangkal benih radikalisme.
Kapolda Riau Brigjend Pol Bambang Doly Hermawan mengatakan, pemahaman sosialisasi yang diberikan pada lembaga pendidikan itu terkait pengertian apa sebenarnya Radikal yang berujuang terorisme tersebut. Karena, Radikal Terorisme itu berawal dari pemikiran, pemikiran yang dianggap benar. Maka itu, untuk penanggulanginya diberikan melalui pemikiran yang lebih tepatnya berada pada lembaga pendidikan.
Ketika disinggung keberadaan organisasi tersebut di Provinsi Riau, Doly menyatakan sangat bersukur Provinsi Riau tidak ada temuan keterlibatan. "Maka sebelum terjadi jauh hari dari saat ini pihak Polda Riau terus menggencarkan kegiatan sosialisasi kepada seluruh lapisan masyarakat, supaya tidak terpengaruh masuk organisasi radikalisme itu," ujar Dolly. (ra)
Home »
Pendidikan
» Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Polda dan Kemenag Riau Gelar Sosialisasi Cegah Radikal Terorisme.
Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Polda dan Kemenag Riau Gelar Sosialisasi Cegah Radikal Terorisme.
Written By Achmad Bawazir on Sabtu, 28 Februari 2015 | 13.59.00
Label:pendidikan
Pendidikan

Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.